TATA CARA BUDIDDAYA SEMUT KRANGKANG/KROTO DENGAN MODAL SEDIKIT UNTUNG BERLIPAT

Posted by Dunny Nasution
On 31/03/2021

Budilaksono.com….Salam
Inspirratif, Kepada bapak ibu  bahwa
semut  ngangkrang atau semut kroto senang
membuat sarang di pepohonan.  Krotonya
banyak dicari lalu dijualbelikan, misalnya sebagai pakan ocehan dan umpan
memancing. Wajar jika kebutuhan kroto termasuk tinggi serta mudah dipasarkan
dengan harga lumayan mahal.
Tata
cara  usaha memperoleh kroto dapat juga
dengan membudidayakan sendiri, trik maupun piranti budidayanya cukup sederhana
adalah sebagai berikut :
  1. Menyiapkan
    alat dan bahan antara lain sarang terbuat dari toples bening ditempatkan di rak
    khusus.
  2. Semut
    jangan sampai pergi dari media yang disiapkan, maka kaki-kaki rak dikasih  piring atau makok yang berisi minyak goreng.
  3. Pakan
    semut kroto dapat diberi ulat Hongkong dan minumannya cukup air gula.
  4. Setiap
    12 toples atau sarang, satu ons ulat Hongkong bisa untuk kisaran lima hari dan
    satu gelas air gula bisa untuk empat hari.
  5. Toples
    sebagai tempat bersarang dipilih dari bahan terbuat dari mika, sebab jika
    plastik biasa sering muncul bau yang kurang disenangi semut kroto.
  6. Pada
    stoples  di buat pintu keluar masuk
    semut, toples dapat dibuat satu atau dua lubang.
  7. Rak-raknya
    bisa terbuat dari kayu yang dibuat bertingkat tiga.
  8. Jarak
    antara tingkat pertama dan kedua kisaran 35 cm, tinggi rak 100 cm, lebar 40 cm
    dan panjang 122 cm. Setiap tingkatnya dapat untuk menempatkan 12 toples.
  9. Bahkan
    di dalam toples besar masih diberi toples lebih kecil.
  10. Agar
    merasa lebih nyaman, di bagian luar toples kecil diberi daun-daun nangka sudah
    kering.
  11. Semut
    akan banyak bertelur di toples yang lebih kecil. Saat memanen, toples besar
    diambil terlebih dahulu.

Biaya
membeli pakan dan minumannya tidak mahal, tapi pembudidaya semut ngangkrang
bisa rutin memanen dan menjual kroto. “Ketika semutnya semakin banyak dapat
juga dijual,” papar pembudidaya semut kroto, Widodo asal Sidokarto Sleman,
baru-baru ini.
“Jika
dalam satu sarang sudah banyak terlihat kroto atau telur semut kroto, bisa
segera dipanen. Bisa menggunakan sarung tangan yang diolesi tepung tapioka.
Caranya menggunakan penyaring cendol, telur akan tersaring dan semut-semutnya
dikembalikan ke rak,” ungkap Dodo.
Budidaya
semut kroto menggunakan toples sebagai sarang yang ditempatkan di rak-rak pun
diterapkan Sigit Suhendra asal Banguntapan Bantul. Hanya saja ia menggunakan
toples dengan ukuran lebih besar dengan diberi tiga lubang atau pintu untuk
keluar-masuk semut.

“Panen
kroto biasa saya lakukan setiap bulan, bahkan selain kroto dapat juga menjual
bibit semutnya, karena biasa ada yang ingin bisa membudidayakan semut kroto
sendiri. Harga bibitnya sekarang ini rata-rata Rp 30.000 per toples,” jelas
Sigit. (Sumber : Krjogja.com). Semoga info bermanfaat.

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by TATA CARA BUDIDDAYA SEMUT KRANGKANG/KROTO DENGAN MODAL SEDIKIT UNTUNG BERLIPAT and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. Dusco Distributor Rempah - Rempah

Baca Juga  Khasiat Herba Siantan | Dusco

Related Posts

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!