Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya 2021

Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya 2021

Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya ? Ekspor dan Impor merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh negara berkembang seperti Indonesia. Meskipun dalam penerapannya terkadang masih ada saja yang keliru atau tertukar ketika menyebutkan namanya, terutama mereka yang memang belum begitu familiar dengan kegiatan ekspor dan impor ini.

Jika dijelaskan secara singkat, Ekspor merupakan kegiatan mengirimkan barang atau produk ke luar negeri, sedangkan impor merupakan kegiatan mengirimkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

Lalu, apa saja manfaat yang didapatkan oleh negara dari kegiatan ekspor dan impor barang tersebut? Simak artikel ini sampai habis, ya:

Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya

Manfaat Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya

Menambah Devisa Negara

Devisa adalah nilai kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara dalam bentuk mata uang asing.

Devisa negara bisa didapatkan dari berbagai kegiatan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara lainnya termasuk kegiatan ekspor.

Kegiatan ekspor sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Meskipun begitu, kegiatan ekspor bukanlah satu-satunya hal yang mendatangkan devisa bagi negara, karena devisa negara Indonesia juga sangat terbantu seiring berkembangnya dunia pariwisata Indonesia di mata dunia.

Menghasilkan industri dalam negeri

Kegiatan ekspor merupakan kegiatan perdagangan yang melibatkan pasar internasional. Dengan ramainya permintaan internasional terhadap produk-produk dalam negeri maka akan membuka peluang untuk industri di Indonesia.

Dengan kata lain, tingginya permintaan ekspor secara langsung akan berdampak terhadap perkembangan industri di suatu negara.

Perusahaan yang sudah berkontribusi pada kegiatan ekspor tidak hanya menguntungkan bagi negara namun juga menguntungkan pengusaha itu sendiri, karena selain akan mendapatkan profit yang menjanjikan, perusahaan juga akan mengasah kemampuannya dalam bersaing di pasar internasional.

Memperbanyak Lapangan Kerja

Dengan banyaknya industri yang melakukan kegiatan ekspor maka secara tidak langsung akan memunculkan lapangan-lapangan kerja baru, dan tentunya hal ini akan sangat berguna untuk menekan angka pengangguran.

Selain itu, banyaknya lapangan kerja yang diakibatkan pertubuhan ekspor di Indonesia juga akan menyebabkan penurunan angka kemiskinan.


Manfaat Impor

Ada beberapa manfaat yang didapatkan oleh suatu negara melalui kegiatan impor, diantanya:

  1. Memenuhi kebutuhan bahan baku atau produk yang tidak dapat di produksi oleh negara.
  2. Memdapatkan teknologi terbaru yang sudah berkembang di negara lain.
  3. Memenuhi kebutuhan dalam negeri

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan jenisnya, kegiatan impor terbagi menjadi dua bagian yaitu impor berdasarkan kegiatannya dan impor berdasarkan pengirimnya.

Impor Berdasarkan Kegiatan

  • Impor untuk digunakan: Kegiatan memasukkan barang atau jasa ke Indonesia dengan tujuan untuk digunakan atau dimiliki oleh orang yang tinggal atau berdomisili di Indonesia
  • Impor Sementara: Kegiatan memasukkan barang atau jasa ke Indonesia dengan tujuan untuk di ekspor kembali ke luar negeri. Masa berlaku impor sementara ini adalah paling lama 3 tahun sejak barang masuk ke Indonesia.
  • Impor Angkut Lanjut: Kegiatan mengangkut suatu barang dari satu kantor ke kantor lainnya tanpa adanya pembongkaran muatan terlebih dahulu.
  • Impor untuk Ditimbun: Kegiatan mengangkut suatu barang dari satu kantor ke kantor lainnya dengan melewati proses pembongkaran muatan terlebih dahulu.
  • Impor untuk Re-ekspor: Kegiatan mengangkut barang impor yang berada di wilayah Indonesia untuk kembali di ekspor ke luar negeri. Hal ini berlaku untuk barang impor yang memiliki kondisi tidak sesuai pesanan, rusak, salah kirim, tidak memenuhi syarat teknis atau telah terjadi perubahan peraturan.

Impor Berdasarkan Pengirim

Impor berdasarkan pengirim dibagi menjadi dua yaitu Full Container Load dan Less Than Container Load.

  • Full Container Load: Jenis impor barang yang pengirimannya menggunakan container dan pengiriman jenis ini hanya dilakukan oleh satu pengirim saja. Dengan kata lain, seluruh barang di dalam container hanya dimiliki oleh satu importir (pengirim) saja.
  • Less Than Container Load: Jenis impor barang yang pengirimannya menggunakan container tapi barang-barang yang ada di dalam satu container dimiliki oleh beberapa pengirim atau

Contoh Produk Impor di Indonesia

  1. Bahan Modal: Komputer, mesin, suku cadang dan alat berat
  2. Bahan Konsumsi: Susu, beras, daging, serta beragam makanan dan minuman lainnya
  3. Bahan Baku: Kertas, bahan kimia, dan lain sebagainya

Komoditas Ekspor Indonesia

Indonesia memiliki 5 industri terbesar dalam ekspor, diantanya:

Produk Hasil Hutan

Indonesia sebagai negara tropis memiliki jumlah hutan yang banyak dan juga besar, oleh karena itu tidak heran jika hasil hutan pun melimpah.

Salah satu hasil hutan Indonesia yang banyak di ekspor ke luar negeri adalah kayu.

Produk Tekstil

Meskipun orang Indonesia sering impor produk tekstil dari luar negeri, tapi sebenarnya produk tekstil asli Indonesia pun tidak kalah bagusnya.

Makanya, produk teksil Indonesia menempati 5 teratas komoditas ekspor yang dimiliki oleh Indonesia.

Kelapa Sawit

Untuk kalian yang belum tahu, kelapa sawit merupakan bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kebutuhan konsumsi harian seperti minyak goreng, sabun, mentega dan lain sebagainya.

Negara yang paling banyak menerima ekspor kelapa sawit dari Indonesia diantaranya adalah Cina dan India.

Kakao

Kakao merupakan cikal bakal dari produk coklat, jadi biji kakao hasil perkebunan di Indonesia ini dikirim atau di ekspor ke berbagai negara untuk diolah menjadi makanan atau cemilan coklat.

Biji kakao yang dihasilkan terbagi ke dalam beberapa grade atau kualitas, oleh karena itu sebelum di kirim ke luar negeri maka biji kakao tersebut di seleksi terlebih dahulu dan semua biji kakao yang di ekspor merupakan biji kakao yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Karet

Tahukah kamu? Indonesia secara konsisten menjadi eksportir karet ke berbagai negara maju di dunia seperti Cina , Jepang dan juga Amerika.

Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar ke dua di dunia, makanya tidak heran bahwa karet merupakan komoditas utama ekspor di Indonesia.


Syarat Komoditi yang Dapat di Ekspor Impor

Jika berbicara mengenai Ekspor dan Impor pastinya kedua kegiatan tersebut memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut ini syarat Komoditi yang dapat di Ekspor:

  1. Seluruh peralatan yang ingin di Ekspor ke luar negeri harus disertai dengan petunjuk pemakaian, dan petunjuk pemakaian ini bisa dicantumkan pada kemasan atau berupa manual book.
  2. Barang yang dikirimkan mampu bersaing dengan komoditi dari negara lain. Dalam hal ini persaingan bisa mencakup banyak hal termasuk harga, kualitas, waktu pemenuhan kebutuhan, sistem pembayaran dan lain sebagainya.
  3. Produk yang dikirimkan juga harus memenuhi standar ukuran, bentuk dan warna yang sesuai dengan minat di negara tujuan.

Hambatan Komoditi Ekspor Indonesia

Berbicara tentang pemenuhan syarat tentunya tidak dapat dipisahkan dengan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pemenuhan syarat tersebut.

Setidaknya ada 2 hambatan yang sering dihadapi oleh Indonesia ketika ingin mengekspor barang, diantaranya:

  1. Daya saing yang rendah terkait waktu penyerahan dan juga harga. Dapat dipahami bahwa terkadang kekurangan sumber daya manusia bisa berakibat sulitnya memenuhi target yang ditetapkan terakit waktu penyerahan. Jika berbicara perihal harga tentunya akan erat hubungannya dengan harga bahan baku yang di dapat, jika para eksportir ini tidak berhasil mendapatkan bahan baku dengan harga yang rendah maka tidak heran jika harga jual tidak dapat bersaing dengan negara lain.
  2. Saluran pemasaran yang belum berkembang. Ketika ingin mengirimkan suatu barang ke luar negeri maka para eksportir ini setidaknya harus bekerja sama dengan pihak-pihak di negara tujuan, baik untuk penyimpanan maupun pemasaran. Sayangnya, hal ini masih menjadi salah satu hambatan yang paling sering ditemui.

Mempelajari teknik ekspor dan impor tentunya akan sangat berguna, terutama bagi kamu para pengusaha muda yang ingin mengembangkan usahanya sampai ke pasar dunia.

Untuk dapat mewujudkan impian bersaing di pasar global, bukan hanya pengetahuan yang dibutuhkan tapi juga modal usaha.

Potensi Pengembangan Batu Landak 2021

Potensi Pengembangan Batu Landak 2021

Landak adalah salah satu hewan Kelompok roden yang dapat digunakan. oleh komunitas Pemanfaatan Landak. Ini menunjukkan tren yang lebih besar. Pemanfaatan tubuh landak (Hystrix Brachyura) di negara luar terus meningkat setiap tahun, karena harga dari landak liar lebih murah. dibandingkan dengan daging landak peternak.

Indonesia sebagai salah satu daerah sebaran landak juga menjadi merupakan negara pemasok landak untuk konsumsi luar negeri. Landak dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk. Pemanfaatan landak yang umum di masyarakat adalah sebagai material perhiasan atau dekorasi, konsumsi dan bahan obat tradisional.

Kehidupan Landak

Landak mempunyai panjang badan antara 40 sampai dengan 91 cm dan panjang ekor berkisar antara 6 sampai dengan 25 cm. Bobot badan landak secara normal berada di antara 5.4 sampai dengan 16 kg (tergantung spesies).

Landak memiliki berbagai macam corak rambut dan duri, yaitu coklat, hitam, abu-abu, dan putih. Duri landak merupakan karakteristik dari suatu spesies landak yang dapat berbeda antara spesies landak satu dengan spesies landak yang lainnya. Ekor landak juga ditutup oleh rambut yang mengalami modifikasi menjadi duri yang dapat berderak.

Landak termasuk hewan poliestrus. Masa kebuntingan pada landak adalah sekitar 94 sampai dengan 100 hari Seekor landak biasanya memiliki 2 sampai dengan 4 anak per kelahiran. Landak betina dapat melahirkan sebanyak dua kali dalam setahun. Sebelum melahirkan, landak betina akan menggali tanah untuk membuat suatu ruangan sebagai tempat melahirkan. Landak yang baru dilahirkan memiliki duri-duri lembut yang akan mengeras beberapa jam kemudian setelah kelahiran.

Walaupun anak landak mulai dapat memakan pakan keras setelah 2 minggu kelahiran, induk landak masih harus menyusuinya selama 13 sampai 19 minggu. Landak muda akan tinggal secara berkoloni sampai mereka mencapai umur dua tahun. Sebelum mereka mencapai umur 2 tahun, mereka akan tinggal bersama dengan induknya di dalam sarang.

Pemanfaatan landak untuk Perhiasan dan dekorasi

Seekor landak mempunyai kurang lebih 30.000 duri yang menutupi setiap inci tubuhnya, kecuali pada bagian wajah, perut, dan pada bagian bawah kaki dan ekornya. Duri-duri landak merupakan alat pertahanan utama dari predator. Panjang duri landak pada bagian wajah hanya sekitar 1.2
cm, sedangkan pada bagian punggung, panjang rambut landak bisa mencapai 13 cm. Setiap duri dapat menusuk tubuh korban sedalam sekitar 1,5-4 inci.

Duri digunakan dalam industri tekstil sebagai hiasan baju. Duri landak juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan dekorasi peralatan rumah tangga misalnya bahan dekorasi lampu, kaca, tempat tissue, dan bahan baku pembuatan aksesoris remaja (gelang, kalung, dan anting-anting).

pemanfaatan landak

Konsumsi (Daging)

Landak banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena dagingnya memiliki cita rasa yang lezat dan berkahasiat menyembuhkan penyakit. Daging landak dapat diolah menjadi satai seperti yang dilakukan masyarakat di Tawangmangu, Jawa Tengah dan Malang ,Jawa Timur. Beberapa alasan masyarakat membeli landak dari penangkaran maupun landak liar adalah karena kandungan nutrisi, kualitas daging, bebas dari penyakit, dan beberapa alasan personal.

Daging landak mengandung protein 59,91%, lebih tinggi dari hewan lain, lemak 27,8% dan kolesterol 76mg/100g yang lebih rendah dari kolesterol daging sapi sehingga daging landak aman untuk dikonsumsi. Daging landak memiliki rasio asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang ideal yaitu sebesar 0.7. Kandungan asam lemak Omega DHA daging landak 20,64 mg/100 g lebih tinggi dari salmon dan kandungan EPA 7,61 mg/100g lebih tinggi daripada ikan herring yang mengindikasikan tingginya kandungan antioksidan dalam daging landak.

Daging landak juga memiliki kandungan penguat stamina yang berguna bagi penderita asma dan memiliki gen yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

Obat

Beberapa masyarakat di Kalimantan mengolah tepung duri landak dan menggunakannya sebagai obat jerawat. Ekstrak duri landak juga sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit gigi dan bisul seperti yang dilakukan di Jawa Tengah. Duri landak digunakan sebagai pereda nyeri patah tulang, yaitu dengan cara membakar duri kemudian dibuat serbuk dan diberikan secara oral.

Duri landak dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri dikarenakan adanya asam lemak yang terkandung dalam duri yang dapat menghambat pertumbuhan 6 strain bakteri gram positif. Duri landak juga mengandung asam lemak pada sekitar ±18.6% dari keseluruhan lemak pada durinya.

Hati landak mengandung asam-asam amino, seperti asam aspartat, asam glutamat, hystidin, leusin, dan fenilalanin yang lebih tinggi daripada yang terkandung dalam daging sapi, bebek, tuna, dan hati ayam. Dengan kandungan asam amino yang tinggi hati landak dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Di India usus halus Landak dimanfaatkan sebagai obat gastritits yaitu dengan cara merebus usus landak kemudian air tebusan tersebut diminum. Lambung Landak dapat mengobati demam dengan cara dikeringkan dan dibuat serbuk, kemudian diminum.

Di Indonesia hati Landak jika dibakar dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma dan diabetes. Uji aktifitas afrodisiak ekstrak ekor landak terhadap libido tikus putih jantan dengan
dosis 10.000 ppm menunjukkan tingginya aktifitas tikus putih jantan dalam upaya mendekati tikus putih. Kandungan protein, lemak dan asam amino pada ekor landak mempengaruhi fungsi seksual pada tikus putih jantan.

Pemanfaatan Geliga Landak Habitat dan Pakan Landak

Pemanfaatan

Pemanfaatan Geliga landak , untuk mengetahui bagaimana cara meberi pakan. Ada baiknya kita mengetahui dari dasar terlebih dahulu. Landak adalah salah satu jenis satwa mamalia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Faktanya, landak atau porcupine atau babi berduri adalah mamalia unik yang tergolong ke dalam ordo Rodentia, subordo Hystricomorpha, dan famili Hystricidae. Faktanya, penyebaran satwa ini meliputi Thailand Selatan, Malaysia, Singapura, Sumatera, dan Kalimantan. Oleh Karena, itu Tubuh bagian atas landak ditutupi oleh duri-duri kaku berbentuk silinder.

Bercincin kehitaman atau cokelat tua dan putih, sedangkan bagian bawah tubuh ditumbuhi rambut-rambut pendek yang agak kasar berwarna hitam. Duri-duri di tubuh landak merupakan modifikasi rambut tubuhnya. Satwa ini aktif di malam hari (nocturnal), sedangkan sepanjang siang hari berdiam di sarangnya di dalam tanah.

Bahkan di Pulau Jawa, di habitat aslinya landak menyukai umbi, rimpang, buah-buahan hutan, daun, batang muda, umbut, tunas, bagian dalam batang, akar, kulit batang, dan rebung. Landak sudah sejak lama diburu untuk dimanfaatkan daging dan bagian tubuh lainnya oleh penduduk setempat.

Informasi Pakan dan Pemanfaatan Geliga Landak

Oleh karena itu , kegiatan perburuan dan penangkapan di alam serta perdagangan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terancamnya keberadaan landak di habitat aslinya. Denga adanya, pemanfaatan landak dengan menangkapnya secara langsung dari alam yang dilakukan terus-menerus akan berakibat semakin menurunnya populasinya di alam.

Selain itu , berdasarkan informasi penduduk, landak biasa mengkonsumsi tumbuhan beracun tanpa mengakibatkan kematian, dan ada kepercayaan bahwa landak suka memakan buah-buahan bergetah guna memproduksi batu geliga dalam tubuhnya. Tumbuhan hutan sebagai pakan alami landak yang berasal dari Kalimantan Timur yang terkoleksi selama survei tercatat 48 nomor terdiri dari 45 jenis tumbuhan tergolong dalam 22 famili dan 2 jenis tidak teridentifikasi, dan 1 nomor pakan asal hewan yaitu Cryptotermes spp.

Jenis-jenis tumbuhan hutan yang disukai landak di Kalimantan Timur sebagai sumber pakan alaminya adalah 14,58% famili Anacardiaceae, 12,50% masing-masing dari famili Arecaceae, Moraceae dan Poaceae, 4,17% masing- masing famili Euphorbiaceae, Malvaceae, dan Zingiberaceae, sedangkan 2,08% sisanya masing-masing untuk famili lainnya.

Dan juga, Tumbuhan dari keluarga mangga-manggaan sangat disukai landak, berikutnya tumbuhan dari keluarga palem- paleman, tumbuhan bergetah, dan bambu disukai landak . di Kalimantan Timur, yaitu Archidendron pauciflorum, Calamus rottan, Curculigo latifolia, Dacryodes rostrata, Diplazium esculentum, Elaeis oleifera, Hevea brasiliensis, dan Musa acuminata.

Tabel Nama Pakan Landak


Tidak semua jenis tumbuhan hutan dikonsumsi oleh landak, hal ini kemungkinan karena adanya kandungan alkaloid pada tumbuhan tersebut. oleh karena itu, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada daun, akar, biji, ranting, dan kulit kayu (Fessenden dan Fessenden 1986). Seperti yang dinyatakan sebelumnya banyak tanaman melindungi dedaunannya dari hewan- hewan pemakan tumbuhan dengan cara memproduksi senyawa pertahanan seperti tanin dan fenol.

Kemudian bahwa alkaloid, terpenoid, dan flavonoid merupakan senyawa pertahanan tumbuhan yang bersifat toksis. Faktanya hal ini menyebabkan landak dengan naluri penciumannya yang tajam menghindari tumbuhan seperti itu dengan cara memilih jenis tumbuhan lain yang rendah kandungan senyawa kimianya (Kinnaird 1995).

Dedaunan yang dikonsumsi oleh landak umumnya daun beserta batang mudanya atau tunas-tunas muda, karena pada fase tersebut tumbuhan masih lembut dan palatable, mudah dicerna, dan masih rendah kandungan tanin dan ligninnya.

Nama lokal
Nama ilmiah
Famili

Ningan

Curculigo latifolia Dryand.

Amarylllidaceae

Kemang

Mangifera kemanga Blume

Anacardiaceae

Pelem

M. laurina Blume

Anacardiaceae

Pau kedepir

M. gedebe Miquel

Anacardiaceae

Macang

M. foetida Loureiro

Anacardiaceae

Putaran

M. torquenda Kostermans

Anacardiaceae

Embem

M. pentandra Hooker f

Anacardiaceae

Gemulau

Homalomena cordata Schott

Araceae

Kelapa sawit

Elaeis oleifera (Kunth)

Araceae

Rotan

Calamus rottan Vinotti

Araceae

Lakap

Caryota mitis Blume

Araceae

Paku sayur

Diplazium esculentum (Retz.) Sw.

Athyriaceae

Tetak tunjuk

Dacryodes rostrata (Blume) H.J.Lam

Burseraceae

Kayu cemarek

Garcinia parvifolia Miq.

Clusiaceae

Paku tiang

Cyathea contaminans (Wall.) Copel

Cyatheaceae

Gadung

Dioscorea hispida dennst

Dioscoreaceae

Gamat

Elaeocarpus parvifolius Wall.

Elaeocarpaceae

Para/Karet

Hevea brasiliensis Muell. Arg.

Euphorbiaceae

Putat

Baccaurea racemosa Muell. Arg.

Euphorbiaceae

Lampaung

B. lanceolata Mell. Arg.

Euphorbiaceae

Marabungan

Ormosia macrodisca Baker

Fabaceae

Petai

Parkia speciosa Hassk.

Fabaceae

Jering

Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen

Fabaceae

Kabau

A. microcarpum (Benth.) I. C. Nielsen

Fabaceae

Kepayang

Pangium edule Reinw

Flacourtiaceae

Kayu asahan

Barringtonia pendula Kurz.

Lecythidaceae

Durian

Durio zibethinus Rumph ex Murray

Malvaceae

Jambu Amerika

Bellucia axinanthera Triana

Melastomataceae

Cempedak

Artocarpus integrifolia Linn.f.

Moraceae

Terap

A. elasticus Reinw.

Moraceae

Tampang telok

A. rigidus Blume

Moraceae



Akhir Kata Mengenai Pemanfaatan Geliga Landak

Alaminya bila satwa liar tersebut ditangkarkan akan baik untuk tujuan konservasi, penelitian, maupun budidaya/komersial. Di penangkaran, satwa tidak punya pilihan lain dalam hal pakan, satwa akan memakan dari bahan pakan yang diberikan, yang tentu saja harus memperhitungkan kecukupan gizi bagi satwa guna memenuhi kebutuhan hidup pokok dan kebutuhan produksi (daging, susu, kebuntingan, dan lain-lain).

Sumber:
Wartika Rosa Farida
Indonesian Institute of Sciences