Daftar Sektor Komoditi Unggulan Sumatera Utara 2021

Daftar Sektor Komoditi Unggulan Sumatera Utara 2021

Daftar Sektor Komoditi Unggulan Sumatera Utara 2021

Daftar Sektor Komoditi Unggulan Sumatera Utara 2021
No.KabupatenIbu KotaSektor Komoditi Unggulan Daerah
1Kabupaten AsahanKisaranPengolahan meubel kayu batang kelapa, pembuatan pupuk kompos, pengolahan sabut kelapa, kerajinan kulit (sepatu “Bunut”), anyaman pandan, sapu lidi hias, makanan ringan (dodol, keripik) Dan industri menengah.
2Kabupaten BatubaraLimapuluhPerkebunan dan perikanan. Sub sektor perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa kelapa sawit, Kelapa dan kakao. Sektor perikanan komoditi unggulannya adalah perikanan laut.
3Kabupaten DairiSidikalangPerkebunan kopi Robusta, Pengolahan Kopi, Produksi Kentang, Produksi Jagung, Wisata alam Silalahi
4Kabupaten Deli SerdangLubuk PakamIndustri Karet
5Kabupaten Humbang HasundutanDolok SanggulKopi, kemenyan, jeruk
6Kabupaten KaroKabanjaheProduksi Kentang, Jagung, Industri Pengolahan, Jeruk, Peternakan babi, Jaring apung ikan Nila, Ternak sapi potong
7Kabupaten LabuhanbatuRantau PrapatPengolahan minyak goreng dan oleokimia, Tambak udang, Pengusahaan ikan kerapu, Industri pakan ternak atau olahan jagung, Industri olahan karet
8Kabupaten Labuhanbatu SelatanKota PinangSawit, Produk Gula merah
9Kabupaten Labuhanbatu UtaraAek KanopanPerkebunan sawit, Perikanan laut, dan peternakan kerbau, sapi, ayam ras dan kambing.
10Kabupaten LangkatStabatKopi dan Kelapa Sawit
11Kabupaten Mandailing NatalPanyabunganKipang Panyabungan
12Kabupaten NiasGunung SitoliIndustri Crumb rubber ,Pengolahan Kelapa, Budidaya Iakn Kerapu, Budidaya Rumput Laut, Wisata Bahari
13Kabupaten Nias BaratLahomiKopi, Kelapa kakao, karet dan cengkeh.
14Kabupaten Nias SelatanTeluk DalamParawisata, kelautan, perikanan, peternakan, dan transportasi laut
15Kabupaten Nias UtaraLotuPertanian, perikanan, kelautan dan pariwisata.
16Kabupaten Padang LawasSibuhuanKelapa Sawit
17Kabupaten Padang Lawas UtaraGunung TuaKopi, Kelapa , kelapa sawit, karet, kakao, dan cengkeh.
18Kabupaten Pakpak BharatSalakSektor pertanian, gambir, cabe, kopi arabika, kentang dan jeruk
19Kabupaten SamosirPangururan
20Kabupaten Serdang BedagaiSei RampahSektor pertambangan, Perkebunan dan perikanan. Sektor pertambangan komoditi unggulannya adalah granit dan pasir kuarsa, Sub sektor perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa kakao, kelapa sawit, Kelapa dan karet, sektor perikanan komoditi unggulannya adalah perikanan budidaya keramba, kolam, sawah, dan perikanan tangkap.
21Kabupaten SimalungunRayaJasa, dan sektor pertanian
22Kabupaten Tapanuli SelatanSipirokSalak , hasil pertanian lebih spesifik kacang tanah.
23Kabupaten Tapanuli TengahPandanSektor pertambangan komoditi unggulannya adalah batubara, granit, kaolin, niobium, seng, tembaga, timah putih dan timbal, Sub sektor perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa Kopi, Kelapa, kakao, karet, kelapa sawit, dan cengkeh, sektor perikanan kmoditi unggulannya adalah perikanan budidaya keramba, kolam, laut, sawah dan tambak.
24Kabupaten Tapanuli UtaraTarutungSektor pertambangan komoditi unggulannya adalah batu apung, batu gamping, belerang, bentonit, diatomea, feldspar, granit, kalsit, kaolin, kuarsit, lempung, marmer, mika, panas bumi, pasir kuarsa, sirtu, timbal, trass, travertin, zeolit, Sub sektor perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa Kopi, karet, tebu, kakao, kelapa sawit, Kelapa dan cengkeh, sektor perikanan komoditi unggulannya adalah perikanan budidaya kolam, sawah dan jaring apung
25Kabupaten Toba SamosirBaligeJagung , ternak sapi, kerbau dan babi, Kain ulos, juga termasuk bahan galian diantaranya : Batu Gamping, Trass, andesit, Lempung, dan Tawas. 
26Kota BinjaiBinjai KotaMadu, kacang tanah dan sejumlah komoditi hortikultura serta hasil pertanian organik
27Kota GunungsitoliKakao, kelapa, kopi, karet, cengkeh, jagung, ubi jalar, ubi kayu dan budidaya kolam
28Kota MedanIndustri dan Perdagangan
29Kota PadangsidempuanSalak, duku atau buah langsat, alpukat, manggis, mangga, durian dan jeruk.
30Kota PematangsiantarIndustri dan perdagangan
31Kota SibolgaPerikanan, perdagangan dan pariwisata
32Kota TanjungbalaiSektor perikanan dengan komoditinya adalah perikanan Budidaya kolam dan sawah.
33Kota Tebing TinggiJasa, perdagangan, dan industri

Jenis Dokumen Ekspor yang Umum

Jenis Dokumen Ekspor yang Umum

Jenis Dokumen Ekspor

Ada beberapa jenis dokumen yang diperlukan dalam melakukan ekspor antara lain:

1) Invoice

Invoice adalah dokumen nota/ faktur penjualan barang ekpor/impor. Diterbitkan oleh penjual/ eksportir/ pengirim barang. Di dalam invoice ini wajib mencantumkan :

nomor dan tanggal dokumen invoice, Nama pembeli/ importir/ penerima barang/ consignee/ applicant. Nama barang, harga per unit (dijual berdasarkan, pcs/ kgm/ cbm/ dozen/ lainnya), harga total seluruh barang, cara penyerahan barang (FOB, CNF, CIF / lainnya).

Hal-hal diatas perlu ditulis didalam invoice, adapun informasi lain dapat disertakan seperti: nama kapal / pesawat, no container, tempat muat dan bongkar dan sebagainya. Invoice ini juga digunakan sebagai dasar untuk menghitung pajak / pungutan negara.

2) Packing List

Packing list adalah merupakan Jenis Dokumen Eskpor packing / kemasan yang menunjukkan jumlah, jenis serta berat dari barang ekspor/impor. Juga merupakan penjelasan dari uraian barang yang disebut di dalam commercial invoice. Diterbitkan oleh penjual/ eksportir/ pengirim barang.

Di dalam Packing List ini wajib mencantumkan: nomer dan tanggal dokumen packing list, nama pembeli / importir / penerima barang / consignee / applicant, nama barang, jumlah dan jenis pengemas, berat bersih dan kotor dari barang barang tercantum. Hal-hal diatas perlu ditulis, adapun informasi lain dapat disertakan seperti: nama kapal/ pesawat. no. container, tempat muat dan bongkar dan sebagainya. Packing list ini juga digunakan sebagai dasar pemeriksaan barang oleh pihak-pihak terkait.

jenis dokumen ekspor

Certificate Of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal (SKA)

3) COO/ SKA

COO (Certificate of origin) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Surat Keterangan Asal (SKA) merupakan suatu dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam suatu perjanjian antar negara baik perjanjian bilateral, regional maupun multilateral. Dokumen tersebut fungsinya sebagai “surat keterangan” yang menyatakan bahwa barang yang diekspor (atau diimpor) berasal dari suatu negara yang telah membuat suatu kesepakatan (agreement) dengan negara tersebut.

Biasanya aggreement tersebut berkaitan dengan skema Free Trade Area dalam perdagangan internasional. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa Certificate Of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal (SKA) merupakan dokumen yang dibuat oleh eksportir (seller) dan disertakan pada saat mengirim / mengekspor barang ke suatu negara tertentu dimana negara penerima barang tersebut telah menyepakati suatu perjanjian untuk memberikan suatu kemudahan bagi barang dari negara asal (origin) untuk memasuki negara tujuan tersebut.

Sebagai contoh kemudahan berupa keringanan bea masuk atau dengan kata lain fasilitas preferensi berupa pembebasan sebagian atau keseluruhan bea masuk impor yang diberikan oleh negara tertentu. Selain itu SKA juga berfungsi sebagai dokumen yang menerangkan bahwa barang ekspor tersebut benar-benar berasal, dihasilkan atau diolah di negara asal yang disebutkan di dalamnya.

4) L/C

Letter of credit (L/C) adalah surat dari bank ditujukan kepada eksportir yang menyatakan atas nama nasabah mereka (importir) akan membayar atau mengaksep draft yang diterbitkan oleh eksportir, dengan ketentuan semua syarat
yang ditentukan dalam L/C telah dipenuhi.

L/C pada umumnya cenderung ditujukan untuk kepentingan eksportir dan sebagai akibatnya eksportir akan mendesak importir agar menerbitkan L/C guna kepentingannya sebelum pengapalan barang terjadi. L/C dapat dikeluarkan oleh pedagang importir sendiri (merchant’s L/C) tetapi mengingatresikonya maka sering dikehendaki L/C yang dikeluarkan oleh bank (banker’s L/C).

Jenis Dokumen Eskpor Bill of lading (B/L)

5) B/L

Bill of lading (B/L) adalah dokumen perjalanan atau pemuatan. B/L dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan yang tertulis di dalam B/L tersebut.

B/L ini jika oleh pelayaran lazim disebut Bill Of Lading (B/L) namun untuk maskapai penerbangan disebut Airwaybill, atau bahkan ada sebutan lain Ocean B/L, Marine B/L, Sea waybill. Apapun sebutan itu pada dasarnya sama adalah dokumen pengangkut, dan semua itu adalah dalam kategori B/L. Pendeknya B/L adalah bukti penyerahan / pengiriman barang dari pengirim kepada pelayaran untuk mengirimkan barangnya sampai ke tempat tujuan yang ditunjuk oleh si pengirim.

Jadi B/L dapat berfungsi sebagai: Dokumen penyerahan barang dari eksportir kepada pihak ekspedisi, Dokumen kontrak perjalanan antara eksportir dengan perusahaan ekspedisi, Dokumen kepemilikan barang yang tertera dalam dokumen B/L. Dalam B/L wajib disebutkan: nomer dan tanggal B/L dan ditandatangani yang mengeluarkan, nama pengirim, penerima barang, pelabuhan muat, bongkar, nama sarana pengangkut, nama kapal atau pesawat dan nomor perjalanannya, nama, jumlah dan jenis barangnya, berat bersih atau kotor barang, model penyerahan barang, ongkos perjalanan dibayar dimuka atau dibelakang.

6) Sales Contract

Sales contract adalah dokumen/surat persetujuan antara penjual dan pembeli yang merupakan follow-up dari purchase order yang diminta importer. Isinya mengenai syarat-syarat pembayaran barang yang akan dijual, seperti harga, mutu, jumlah, cara pengangkutan, pembayaran asuransi dan sebagainya. Kontrak ini merupakan dasar bagi pembeli untuk mengisi aplikasi pembukaan L/C kepada Bank.

Mengenal Lebih Jauh Kegiatan Ekspor

Mengenal Lebih Jauh Kegiatan Ekspor

Kegiatan Ekspor

Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri keluar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara
ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahun tertentu.

Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara
ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahun tertentu. Ekspor adalah salah satu sektor perekonomian yang memegang peranan penting melalui perluasan pasar antara beberapa negara, di mana dapat mengadakan perluasan dalam suatu industri, sehingga mendorong dalam industri lain, selanjutnya mendorong sektor lainnya dari perekonomian.

kegiatan ekspor

Peranan Sektor Ekspor

Ekspor salah satu sektor perekonomian yang memegang peranan penting dalam melalui perluasan pasar sektor industri akan mendorong sektor industri lainnya dan perekonomian. Kesimpulannya ekspor sangat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah yang mengakibatkan kurs rupiah melemah maupun menguat. Peranan sektor ekspor antara lain:

  • Mempeluas pasar diseberang lautan bagi barang-barang tertentu, seperti yang ditekankan oleh para ahli ekonomi klasik, suatu industri dapat tumbuh dengan cepat jika industry itu dapat menjual hasilnya diseberang lautan daripada hanya dalam pasar negeri yang sempit.
  • Ekspor menciptakan permintaan efektif yang baru. Akibatnya barang-barang dipasar dalam negeri mencari inovasi yang ditujukan untuk menaikkan produktivitas.
  • Perluasan kegiatan ekspor mempermudah pembangunan, karena industry tertentu tumbuh tanpa membutuhkan investasi dalam capital social sebanyak yang dibutuhkan seandainya barang-barang tersebut akan dijual didalam negeri, misalnya karena sempitnya pasar dalam negeri akibat tingkat pendapatan rill yang rendah atau hubungan transportasi yang memadai.

Prosedur Ekspor

Prosedur ekspor adalah langkah-langkah atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan kegiatan ekspor barang. Dalam hal ini prosedur ekspor termasuk pengurusan dokumen-dokumen ekspor, persiapan barang ekspor, dan hal pembiayaan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melengkapi prosedur ekspor :

1) Korespondensi, yaitu eksportir melakukan korespondensi dengan importir di luar negeri untuk menawarkan komoditas yang mau dijual.

2) Pembuatan Kontrak Dagang, setelah importir setuju dengan semua kondisi yang ditawarkan oleh eksportir, kontrak dagang segera dibuat.

3) Penerbitan Letter of Credit (L/C), importir membuka L/C melalui bank koresponden di negaranya dan mengirimkan L/C tersebut ke bank devisa yang ditunjuk eksportir di Indonesia. L/C ekspor syariah, menurut Fatwa DSN-MUI No. 35/DSN MUI/IX/2002 adalah surat pernyataan akan membayar kepada eksportir yang diterbitkan oleh bank untuk memfasilitasi perdagangan ekspor dengan pemenuhan persyaratan tertentu sesuai prinsip syariah. L/C ekspor-impor dalam pelaksanaannya dapat menggunakan akad-akad wakalah bil ujrah, qardh, mudharabah, musyarakah dan al-bai’. Apabila menggunakan akad wakalah bil ujrah, ketentuan yang harus diikuti adalah:

(a) Bank mengurus dokumen-dokumen ekspor.
(b) Bank menagih (collection) ke bank penerbit L/C (issuing bank).
(c) Selanjutnya dibayarkan kepada eksportir setelah dikurangi ujrah.
(d) Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam persentase.

Bila menggunakan akad wakalah bil ujrah dan qardh, ketentuan yang harus diikuti adalah:

(a) Bank mengurus dokumen-dokumen ekspor.
(b) Bank menagih ke bank penerbit L/C.
(c) Bank memberi dana talangan (qardh) kepada nasabah eksportir sebesar harga barang ekspor.
(d) Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal, bukan dalam bentuk persentase.
(e) Pembayaran ujrah dapat diambil dari dana talangan sesuai kesepakatan dalam akad.
(f) Antara akad wakalah bil ujrah dan akad qardh tidak dibolehkan ada keterkaitan(ta’alluq).

Mempersiapkan barang ekspor

4) Mempersiapkan barang ekspor, dengan diterimanya L/C, eksportir segera mempersiapkan barang yang dipesan importir.

5) Mendaftarkan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), pendaftaran dilakukan ke bank devisa dengan melampirkan keterangan sanggup membayar apabila barang ekspornya terkena pajak ekspor.

6) Pemesanan ruang kapal, dilakukan eksportir ke Perusahaan. Pelayaran Samudera atau perusahaan penerbangan.

7) Pengiriman barang ke pelabuhan. Tahapan ini dapat dilakukan oleh eksportir sendiri melalui perusahaan jasa pengiriman barang.

8) Pemeriksaan Bea Cukai, pihak Bea Cukai akan memeriksa barang-barang yang akan di ekspor beserta dokumennya. Setelah itu ia akan mendatangani pernyataan persetujuan muat yang ada pada PEB.

9) Pemuatan barang ke kapal. Setelah PEB ditandatangani oleh pihak Bea Cukai, barang bisa dimuat ke kapal. Kemudian pihak pelayaran akan memberikan B/L kepada Eksportir.

10) Surat Keterangan Asal Barang (SKA), surat ini bisa diperoleh dari Kanwil Depperindag atau kantor Depperindag setempat.

11) Pencairan L/C, apabila barang sudah dikapalkan, eksportir bisa mencairkan L/C ke bank dengan menyerahkan syarat B/L, faktur, packing list.

12) Pengiriman barang ke importir.