Sejarah Persebaran Kopi dari Ethiopia, Arab, Hingga Eropa


Sejarah kopi, menurut banyak
sumber, berasal dari dataran tinggi di Ethiopia. Jauh sebelum dikenal
perkebunan kopi seperti sekarang, di Etiopia sudah ada legenda tentang kopi. Dalam
legenda tersebut diceritakan bahwa ada seorang penggembala kambing bernama
Kaldi yang melihat kambingnya begitu bersemangat dan tidak bisa tidur di malam
hari. Si penggembala itu akhirnya penasaran dan mencari sebab mengapa
kambingnya begadang. Selidik punya selidik, kambingnya ternyata makan buah dari
tanaman yang kini disebut sebagai kopi. 

Karena keanehan itu Kaldi menceritakan
kejadian tersebut kepada para kepala biara biara lokal di daerah tersebut. Para
biarawan kemudian mencoba bereksperimen membuat minuman dari buah tersebut.
Mereka meminumnya. Dan ternyata berkat minuman tersebut para biarawan kuat
berdoa sepanjang malam. Kabar gembira tersebut lantas menyebar ke pelbagai
kalangan.

Pedagang Arab dan Persebaran Kopi

Para pedagang Arab dari Yaman
yang berdagang ke Ethiopia menemukan kopi lalu menjadikannya sebagai barang
komoditi. Mereka mengenalkan kopi ke negerinya dan ternyata disambut positif.
Orang-orang Yaman mulai kecanduan kopi.

Di Yaman inilah barangkali café kopi
berawal. Setelah kopi dikenal luas di daerah tersebut kedai-kedai kopi mulai
menjamur di kota-kota di Timur Dekat. Di daerah itu kedai kopi menjadi trend dan
menjadi sarana kegiatan sosial. Mereka yang minum di kedai kopi tidak hanya
sekadar menikmati kopi sambil ngobrol tapi juga mendengarkan musik, menonton pertunjukan,
bermain catur dan saling bertukar informasi. Oleh karena itulah kedai-kedai
kopi (cikal bakal café itu) disebut sebagai ‘Sekolah Bijaksana. “

Karena itu orang Yaman mulai
menanam kopi untuk dijadikan perkebunan. Selain itu Yaman menjadi pusat perdagangan kopi di Jasirah Arab dengan pelabuhannya yang terkenal bernama Mocca, dari sinilah asal kata Kopi Mocca itu berasal. Pada abad kelima belas, perkebunan kopi makin
meluas sampai Arab Saudi, Persia, Mesir, Suriah dan Turki.

Dengan ribuan peziarah dari
seluruh dunia yang mengunjungi kota suci Mekkah setiap tahun kopi menjadi
semakin tenar. Kopi mulai menyebar jauh melampaui Arab Saudi. Karena itulah
orang Arab berusaha untuk mengendalikan perdagangan kopi.

Persebaran Kopi ke Eropa

Orang-orang Eropa yang datang ke
Timur Tengah juga mulai tertarik dengan kopi. Para pedagang ini kemudian
mengenalkan kopi ke Eropa pada abad ke-17. Sama seperti di Arab, kopi juga
menarik minat orang-orang Eropa. Orang Eropa mulai kecanduan kopi dan menyebut
minuman itu sebagai “minuman setan pahit”.

Di Eropa kopi mulai di
perdagangkan di Venesia pada tahun 1615. Namun sejumlah pemuka Kristen setempat
mengutuknya. Pro kontra tentang kopi ini akhirnya menyeret Paus Clement VIII untuk
diminta menyelesaikan masalah tersebut. Sebelum membuat keputusan penting sang
Paus memutuskan untuk mencicipi minuman tersebut. Karena rasa dan aromanya yang
enak, Paus pun memberikan persetujuan perdagangan kopi di Eropa.

Karena telah disetujui Paus, di
kota-kota di  Austria, Perancis, Jerman
dan Belanda, kedai-kedai kopi dengan cepat menjadi tren sebagai kegiatan sosial
dan komunikasi. Di Inggris rumah kopi itu dikenal sebagai ‘universitas sen’,
disebut demikian karena untuk harga satu sen pun orang bisa membeli secangkir
kopi dan terlibat dalam obrolan intelektual. Pada pertengahan abad ke-17, ada
lebih dari 300 rumah kopi di London, banyak di antara pelanggan rumah kopi itu
berasal dari kalangan umum, pedagang,intelektual, broker dan seniman.