Mengenal Lebih Jauh Kegiatan impor

Posted by dunny nasution
On 14/01/2021

Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah bea cukai. Transaksi impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam daerah bea cukai Indonesia dengan mematuhi ketentuan peraturan perudang undangan yang berlaku.

impor

Pengertian

impor bisa diartikan sebagai kegiatan memasukkan barang dari suatu negara (luar negeri) ke dalam wilayah bea cukai negara lain. Pengertian ini memiliki arti bahwa kegiatan impor berarti melibatkan dua negara. Dalam hal ini bisa diwakili oleh kepentingan dua perusahaan antar dua negara tersebut, yang berbeda dan pastinya juga peraturan serta bertindak sebagai supplier dan satunya bertindak sebagai negara penerima.Impor adalah membeli barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah yang dibayar dengan menggunakan valuta asing.

Dasar hukum peraturan mengenai Tatalaksana Impor diatur dalam Keputusan Direktur Jendral Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003. Tentang petunjuk pelaksanaan Tatalaksana Ke-bea cukaian di bidang impor dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana bea cukai di bidang impor. Komoditi yang dimasukkan ke dalam peredaran bebas di dalam wilayah bea cukai (dalam negeri), yang dibawa dari luar wilayah bea cukai (luar negeri) dikenakan bea masuk kecuali dibebaskan atau diberikan pembebasan. Dengan kata lain seseorang atau badan usaha yang ditetapkan sebagai importir wajib membayar bea masuk dan pajak sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa impor yaitu kegiatan perdagangan internasional dengan cara memasukkan barang ke wilayah bea cukai Indonesia yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang bergerak dibidang ekspor impor dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dikenakan bea masuk.

Baca Juga  Tata Kelola Kepabeanan Pada Bidang Impor dan Ekspor

Prosedur barang

  1. Importir dalam negeri dan supplier dari luar negeri mengadakan korespondensi dan tawar-menawar harga yang akan di impor.
  2. Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, maka dibuat perjanjian jual-beli (sales contract).
  3. Importir membuka LC ke Bank Devisa dalam negeri.
  4. Bank Devisa dalam Negeri memberitahukan kepada Bank Korespondensi Luar Negeri tentang pembukaan LC nya.
  5. Bank Koresponden Luar Negeri menghubungi Eksportir Luar Negeri.
  6. Eksportir Luar Negeri pesan tempat (ruangan) ke agen-agen pelayaran, dengan maksud agar dapat dimuat-dikirim.
  7. Eksportir menyerahkan Invoice, Packing List lembar asli kepada Bank Luar Negeri dan menarik weselnya sedangkan duplikat dokumendokumen di atas dikirim langsung kepada importir.
  8. Bank Luar Negeri mengirim dokumen kepada Bank Devisa dalam Negeri.
  9. Bank Devisa dalam negeri menyerahkan dokumen-dokumen asli kepada importir.
  10. Importir menyerahkan dokumen-dokumen surat kuasa ke EMKL
  11. EMKL menukar konosemen asli dengan DO kepada agen perkapalan dan membuat PPUD berdasarkan dokumen, serta membayar bea masuk PPN importir dll.
  12. Barang keluar ke peredaran bebas/diserahkan kepada importir.

Tatalaksana Bea Cukai di Bidang Impor

Kepabeanan atau bea cukai adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atau lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean dan pemungutan bea masuk(UU.No.10/95).Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Kep. Menkeu No. 453/KMK 04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Kep. Menkeu No.112/KMK 04/2003. Kep. DJBC No. KEP-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor yang telah beberapa kali di ubah terakhir dengan peraturan DJBC No.112/mk.

  1. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah daratan, perairan, dan ruang udara di atasnya serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landasan kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
  2. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jendral Bea dan Cukai.
  3. Impor untuk dipakai
    a. Memasukkan barang ke dalam daerah pabean dengan tujuan untukdipakai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.
    b. Memasukan barang ke dalam daerah pabean untuk dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.
  4. Pengeluaran barang impor untuk dipakai setelah :
    a. Diserahkan pemberitahuan pabean dan dilunasi bea masuk dan PDRI
    b. Diserahkan pemberitahuan pabean dan jaminan
    c. Diserahkan dokumen pelengkap pabean dan jaminan
Baca Juga  Sekilas Tentang Freight Forwarding
Penjaluran

Barang impor yang telah diajukan PIB dilakukan pemeriksaan pabean secara selektif, dalam rangka pemeriksaan pabean secara selektif inilah ditetapkan jalur pengeluaran barang, yaitu :

A. Jalur merah
Adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan dilakukan pemeriksaan fisik, dan dilakukan penelitian dokumen sebelum diterbitkannya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

B. Jalur hijau
Adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan fisik, tetapi dilakukan penelitian dokumen setelah diterbitkannya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

C. Jalur kuning
Adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan fisik, tetapi dilakukan penelitiandokumen sebelum diterbitkannya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

D. Jalur prioritas
Adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor yang tidak dilakukan pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen, setelah ada penetapan dari Pemerintah terhadap importir jalur prioritas tersebut.

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Mengenal Lebih Jauh Kegiatan impor and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. Dusco Distributor Rempah - Rempah

Related Posts

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *