BELA NEGARA TAK SELAMANYA MENDUKUNG PEMERINTAH TERKADANG MEREKALAH MUSUH SEBENARNYA -BOSSMAN MARDIGU

Posted by Dunny Nasution
On 05/09/2021



#newmind #negaramaju #negarakuat #NKRIhargamati #bhinnekatunggalika #berdaulat #merdera #antidijajah #indonesiapoin #dll

BELA NEGARA TAK SELAMANYA MENDUKUNG PEMERINTAH TERKADANG MEREKALAH MUSUH SEBENARNYA -BOSSMAN MARDIGU – Istilah antiasing dan antiaseng mengemuka di jagat politik Indonesia. Antiasing adalah sikap anti terhadap semua hal yang berkaitan dengan produk budaya dan kekuasaan asing. Sedangkan antiaseng lebih spesifik ditujukan sebagai sikap melawan atau menentang terhadap semua yang berbau Tiongkok termasuk ras Tionghoa.

Harus diakui narasi negatif ini bukan orisinal muncul dari masyarakat dan kemudian menjadi isu nasional. Sangat jelas bahwa narasi antiasing dan antiaseng mengemuka setelah narasi antek asing dan antek aseng.

Narasi antek asing dan aseng ini merebak sejak pemerintahan Jokowi-JK berkuasa. Pemerintah menjadi sasaran kritik seolah menjadi kaki tangan kepentingan asing dan Tiongkok. Penguasaan asing dinarasikan begitu rupa sehingga Indonesia seolah-olah tidak punya kedaulatan. Tujuannya jelas, agar pamor pemerintah jatuh. Agar Jokowi-JK dianggap tidak mampu memerintah.

Informasi mengenai serbuan tenaga kerja dari Tiongkok adalah salah satu contoh bagaimana isu antek aseng (baca: Tiongkok) disebarluaskan. Benar bahwa ada fakta kehadiran tenaga kerja asal Tiongkok di sejumlah proyek infrastruktur termasuk di daerah pedalaman. Benar juga bahwa para pekerja asing itu melanggar ketentuan keimigrasian dan ketenagakerjaan. Namun angka jumlah kasus dan jumlah tenaga kerja “aseng” serta beberapa fakta lainnya di lapangan sengaja dibolak-balik agar matang alias digoreng untuk disajikan kepada masyarakat. Gorengan isu itu bertujuan agar para penikmat yakni rakyat terkesan bahwa pemerintah mengakomodasi pelanggaran dan ada kesengajaan memasukkan tenaga kerja asing.

Di bidang tambang, penguasaan asing terhadap tambang Grasberg di Timika, Papua, juga menjadi isu seolah-olah pemerintah tidak becus mengurus sumber daya alam negeri untuk kepentingan rakyat. Ketika pemerintah Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut, masih saja muncul suara-suara sumbang terkait pembelian saham PT Freeport Indonesia lewat PT Inalum, perusahaan di bawah Kementerian BUMN.

Baca Juga  RUPIAH MELEMAH PEMERINTAH LAMBAN ! KAPAN RP MAJU - BOSSMAN MARDIGU

Hanya ketika Pertamina resmi menjadi operator Blok Mahakam per 1 Januari 2018, atau setelah 50 tahun blok minyak dan gas bumi (migas) tersebut dikuasai perusahaan asing, tidak banyak komentar miring.

Subscribe gratis :
https://www.youtube.com/c/harimausumatera/?sub_confirmation=1

Untuk update informasi seputar Bossman Mardigu
Silahkan Like / Follow Social Media Ini :
Instagram: https://www.instagram.com/mardiguwp
Facebook : https://www.facebook.com/wowiek
Telegram : http://t.me/mardiguwp

Audio vokal:
@Mardiguwp

Backsone Audio:
Youtube Audio Library

Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.

source

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by BELA NEGARA TAK SELAMANYA MENDUKUNG PEMERINTAH TERKADANG MEREKALAH MUSUH SEBENARNYA -BOSSMAN MARDIGU and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. Dusco Distributor Rempah - Rempah

Related Posts

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!